Universitas Pelita Bangsa
Nama : Septian Dwi Saputra
Nama : Septian Dwi Saputra
Nim : 111521810
Dosen : Pak Muhammad Syah Wildan
Diketahui:
PT OKI menerapkan sistem biaya taksiran mulai tahun anggaran 2016. Biaya taksiran per unit produk yang ditentukan berdasarkan pengalaman produksi 4 tahun yang lalu adalah sebagai berikut :
Biaya Bahan baku
|
10 Kg @ Rp 50,-
|
Rp 500
|
Biaya Tenaga kerja
|
2 Jam @ Rp 500,-
|
Rp 1000
|
Biaya overhead Pabrik
|
2 Jam @ Rp 1500,-
|
Rp 3000
|
Biaya taksiran perunit produk
|
Rp 4500
|
Data produksi bulan april 2016 disajikan sebagai berikut :
Data produksi bulan april 2016
Persediaan produk jadi awal 100 unit
Persediaan produk dalam proses awal 200 unit
(100% biaya bahan baku,60% biaya konversi) 3000 unit
Dimasukan dalam proses prduksi bulan april 3200 unit
Persediaan produk dalam proses akhir
(100% biaya bahan baku,40% biaya konversi) 500 unit
Produk selesai yang di transfer ke gudang 2700 unit
Produk yang tersedia untuk dijual 2800 unit
Produk yang tersedia untuk dijual 2500 unit
Dijual
Persediaan produk jadi akhir 300 unit
Biaya produksi sesungguhnya yang terjadi dalam bulan april 2016 adalah sebagai berikut :
a. Biaya bahan baku = Rp.1.700.000
b. Biaya tenaga kerja 5300 jam = Rp.2.782.500
c. Biaya Overhead pabrik di bebankan kepada karyawan atas dasar jam tenaga kerja.
Biaya overhead
Ditanya :
a. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya produksi sesungguhnya yang terjadi dalam bulan april 2016!
b. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya produksi menurut taksiran bulan april 2016!
c. Hitunglah selisih antara biaya produksi sesungguhnya dengan biaya produksi menurut taksiran !
d. Jika manajemen puncak PT OKI memutuskan membagi selisih yang timbul ke dalam rekening persediaan produk jadi,persediaan produk dalam proses, dan harga pokok penjualan berdasarkan perbandingan kuantitasnya, buatlah perhitungan pembagian selisih yang terjadi dalam bulan april 2016 tersebut.
Jawaban:
a. Jurnal Pencatatan Biaya Bahan Baku Sesungguhnya
Jurnal :
Barang Dalam Proses – BBB Rp. 1.700.000
Persediaan Bahan Baku Rp. 1.700.000
b. Jurnal Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Sesungguhnya
Jurnal :
Barang Dalam Proses – BPKL Rp. 2.782.500
Gaji dan Upah Rp.2.782.500
c. Jurnal Pencatatan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Jurnal Pencatatan BOP Sesungguhnya terjadi :
BOP Sesungguhnya Rp. 8.000.000
Persediaan Rp
Akumulasi depresiasi aset tetap Rp
Kas Rp
Jurnal Pada Akhir Periode:
Barang Dalam Proses – BOP Rp. 8.000.000
BOP Sesungguhnya Rp. 8.000.000
d. Jurnal Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi Yang Di Transfer Ke gudang
Perhitungan :
BBB = 2700 x Rp. 500 = Rp. 1.350.000
BTKL = 2700 x Rp. 1000 = Rp. 2.700.000
BOP = 2700 x Rp. 3000 = Rp. 8.100.000
Jurnal :
Persediaan Produk Jadi Rp. 12.150.000
Biaya dalam Proses – BBB Rp. 1.350.000
Biaya dalam Proses – BTKL Rp. 2.700.000
Biaya dalam Proses – BOP Rp. 8.100.000
e. Jurnal Pencatatan Harga Pokok Barang Jadi dan Barang dalam Proses Pada Akhir Periode
Perhitungan :
BBB = 300 x 100% x Rp. 500 = Rp. 150.000
BTKL = 300 x 40% x Rp. 1000 = Rp. 120.000
BOP = 300 x 40% x Rp. 3000 = Rp. 360.000
Jurnal :
Persediaan Barang dalam Proses Rp. 630.000
Biaya dalam Proses – BBB Rp. 150.000
Biaya dalam Proses – BTKL Rp. 120.000
Biaya dalam Proses – BOP Rp. 360.000
f. Jurnal Pencatatan Harga Pokok Barang Yang Dijual
Perhitungan :
BBB = 2500 x Rp. 500 = Rp. 1.250.000
BTKL = 2500 x Rp. 1000 = Rp. 2.500.000
BOP = 2500 x Rp. 3000 = Rp. 7.500.000
Jurnal :
Harga Pokok Penjualan Rp. 11.250.000
Persediaan Barang Jadi Rp. 11.250.000
g. Mencatat Selisih Antara Biaya Taksiran dan Biaya Sungguhan
Selisih BBB = Rp. 1.700.000 – Rp. 1.250.000 – Rp. 150.000 = Rp. 300.000
Selisih BTKL = Rp. 2.782.500 – Rp. 2.500.000 – Rp. 120.000 = Rp. 162.500
Selisih BOP = Rp. 8.000.000 – Rp.7.500.000 – Rp. 360.000 = Rp. 140.000 +
Rp. 602.500
h. Jurnal Pencatatan Selisih Biaya Taksiran dengan Biaya Sesungguhnya
Membagi Selisih BBB :
Perhitungan :
Barang yang terjual 2500
Persediaan Produk Jadi ( 2800-2500) = 300
Persediaan BDP Akhir (100% x Rp. 500 ) = Rp. 500
Pembagian Selisih :
Persediaan BBB = 300 x Rp.300.000 = Rp. 27.272,73
3300
Persediaan BDP = 500 x Rp. 300.000 = Rp. 45.454,55
3300
HPP = 2500 x Rp.300.000 = Rp. 227.272,73
3300
Jurnal:
Selisih RP 300.000
Persediaan Produk Jadi Rp 27.272,73
Persediaan Rp 45.454,55
HPP Rp 227.272,73
Membagi Selisih BTKL :
Perhitungan :
Barang yang Terjual 2500
Persediaan Produk Jadi (2800-2500) 300
Persediaan BDP 1000 +
3800
Persedian BTKL = 300 x Rp 162.500 = Rp 12.828,95
3800
Persedian BDP = 1000 x Rp 162.500 = Rp 42.763,16
3800
HPP = 2500 x Rp 162.500 = Rp 106.907,90
3800
Jurnal:
Selisih RP. 162.500
Persediaan Produk Jadi Rp. 12.828,95
Persediaan BDP Rp. 42.763,16
HPP Rp. 106.907,90
Membagi Selisih BOP :
Perhitungan :
Barang yang Terjual 2500
Persediaan Produk Jadi (2800-2500) 300
Persediaan BDP 3000 +
5800
Persedian BOP = 300 x Rp 140.000 = Rp 7.241,38
5800
Persedian BDP = 1000 x Rp 140.000 = Rp 72.413,80
5800
HPP = 2500 x Rp 140.000 = Rp 60.344,83
5800
Jurnal:
Selisih RP. 140.000
Persediaan Produk Jadi Rp. 7.242,38
Persediaan BDP Rp. 72.413,80
HPP Rp. 60.344,83
Tidak ada komentar:
Posting Komentar